top of page
Header Vitiligo.jpg

Apa itu Vitiligo?

Vitiligo adalah penyakit umum di mana kerusakan autoimun melanosit epidermis yang menghasilkan bercak kulit putih sehingga mengalami depigmentasi. Menjadi penyakit kompleks, yang melibatkan komponen genetik dan lingkungan, Vitiligo terjadi sekitar 1% dari populasi pada orang dewasa dan anak-anak di seluruh dunia. Tanpa perbedaan yang siginifikan dalam pravalensi karena jenis kelamin, etnis, ataupun wilayah geografis.

 

Vitiligo mulai terlihat oleh kulit sekitar 50% sebelum usia 20 tahun, dan 25% sebelum usia 14 tahun. Pada usia lanjut memang bisa terjadi, mamin perlu diperhatikan tentang penyakit lain seperti: disfungsi tidroid, rhematoid arthritis, diabetes melitus, dan alopecia areata.

Tanda-tanda vitiligo:

  1. Kehilangan warna kulit

  2. Pemutihan dini atau uban pada rambut di kulit kepala, bulu mata, alis atau janggut.

  3. Kehilangan atau perubahan warna pada lapisan dalam bola mata (retina)

  4. Kehilangan warna pada jaringan yang melapisi bagian dalam mulut dan hidung (selaput lendir)

Penyebab & Resiko

Penyebab vitiligo yang multifaktorial dan patogenesis belum diketahui secara pasti, namun  vitiligo memiliki resiko yang cukup tinggi terhadap orang-orang yang memiliki faktor gen yang menderita vitiligo, memiliki penyakit autoimun, dan juga wanita memiliki resiko lebih tinggi dibanding laki-laki. Beberapa teori memang diajukan untuk menjelaskan hilangnya melanosit epidermis, seperti: pajanan bahan kimia, virus, genetik, oksidan-antioksidan, autotoksik, hipotesis neurohumoraal, hipotesis autoimun. Namun ada beberapa faktor yang mungkin terkait, seperti:

​

   1. Gangguan sistem kekebalan (kondisi autoimun)

Beberapa ilmuwan sepakat dan percaya bahwa autoimun berperan dalam vitiligo, saat itulah sistem kekebalan Anda keliru mengidentifikasi bagian tubuh (dalam hal ini sel yang disebut melanosit) sebagai benda asing dan mulai menyerang. Yang memiliki penyakit autoimun lainnya seperti Hashimoto (yang memengaruhi kelenjar tiroid) dan alopecia (yang membuat rambut rontok), lebih mudah terkena viligo.

 

   2. Keturunan

Faktor keturunan memang menjadi salah satu faktor yang menimbulkan vitiligo, tetapi tidak secara pasti, ada penelitian mengungkapkan jika memiliki keluarga inti dengan riwayat vitiligo maka resiko untuk terkena vitiligo meningkat 5%.

​

   3. Trauma fisik

Maksudnya trauma fisik disini adalah tekanan pada kulit seperti paparan sinar matahari sehingga dapat memicu vitiligo karena dengan sinar matahari dapat merusak kelenjar melaninnya tersebut. Akibatnya, melanin yang berada di bawah kulit semakin lama semakin rusak dan memudar, sehingga bisa menyebabkan kematian pada melaninnya.

​

   4. Stress emosional

Buat kamu yang suka stress dan memiliki garis keturunan vitiligo hati-hati yaaa! Karena ternyata terlalu stress juga dapat membuat kulit berubah warna. 

​

   5. Stress oksidatif

Stress oksidatif terjadi karena adanya ketidakseimbangan radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan jaringan.

Tipe-tipe vitiligo

Tipe-tipe Vitiligo.jpg

Tipe vitiligo akan memiliki pengaruh yang besar untuk pengobatan yang akan dilakukan nantinya. Adapun tipe-tipe vitiligo:

 

   1. Vitiligo Focal

Lesi pada tipe ini berupa makula soliter atau dalam jumlkah sedikit yang tersebar dalam 1 area. Tipe vitiligo focal paling banyak ditemukan pada anak-anak.

​

   2. Vitiligo Segmental

Tipe vitiligo segmental atau vitiligo unilateral, lesi pada tipe ini hanya muncul pada satu segmen tubuh, misalnya tungkai, lengan, atau wajah.

 

   3. Vitiligo Acro-Facial

Lesi pada tipe ini berupa depigmentasi pada distal ekstremitas atau wajah. Tipe ini sangat terlihat pada area ujung jari dan daerah perifisium.

   

   4. Vitiligo Vulgaris

DItandai dengan bercak-bercak simetris yang tersebar secara luas. Tipe vitiligo vulgaris ini akan muncul di beberapa area tubuh.

   

  5. Vitiligo Universal

Lesi pada ini berupa plak dan makula depigmentasi pada hampir seluruh tubuh (80-90% permukaan tubuh). Tipe ini dapat berkembang hingga terjadi depigmentasi komplit pada kulit dan rambut.

​

​

Komplikasi

Orang yang vitiligo memiliki risiko untuk mengalami:

   1. Stress sosial atau psikologis

Penelitian menunjukan bahwa vitiligo bisa menyebabkan efek psikologis yang signifikan. Kebanyakan mereka juga mengalami konisi menarik diri dari lingkungan sosial atau keramaian, depresi, gelisah, beban emosional.

 

   2. Sunburn (terbakar sinar matahari)

Karena vitiligo memiliki kulit yang lebih rentan atau peka terhadap sinar matahari.

   

   3. Penyakit mata dan gangguan pendengaran

Vitiligo juga bisa berhubungan dengan masalah mata, seperti radang iris, radang lapisan tengah mata (uveitis) dan hilangnya sebagian pendengaran (hyperacusis).

 

​

​

  1. Lindungi kulit dengan perlindungan maksimal dengan menggunakan Sunscreen agar kulit terlindungi.

  2. Menjaga pola makan yang sehat.

  3. Menghindari lingkungan yang tercemar paparan bahan kimia seoerti yang berasal dari industri, logam berat, dll.


 

​

​​

Pencegahan

References

  • Bergqvist, Christina; Ezzedine, Khaled  (2020). Vitiligo: A Review. Dermatology, 1–22

  • Spritz, Richard A.; Santorico, Stephanie A. (2020). The Genetic Basis of Vitiligo. Journal of Investigative Dermatology 

  • Frisoli, Michael L.; Essien, Kingsley; Harris, John E. (2020). Vitiligo: Mechanisms of Pathogenesis and Treatment. Annual Review of Immunology, 38(1)

  • Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Denpasar. (2016). National Symposium & Workshop Psychoneuroimmunology In Dermatology

  • Dr.M.Yulianto Listiawan,dr.Sp.KK(K). (2020). Ekspresi Melan-A pada Kulit Depigmentasi Pasien Vitiligo

  • Instagram

isispharma_indonesia

© 2024 by Vitiskin for Vitiligo

bottom of page